lalu matilah segala kebahagiaan
mati dibunuh duka yang dingin
darah tak lagi mengaliri luka
pun airmata kering seketika,
hanya amarah yang tak terbantah
ujung jalan itu gelap tak dapat ku tatap
seperti awan mendung yang bergelantungan pada langit pagi
seperti hitam yang pekat menggulitakan hati
dan kau, masih saja menipu diri dengan seribu imaji