musim penghujan menemani musim angin
mengintip badai di ketiak waktu
kurindu puisi yang sahaja
jujur dan sederhana teduhkan duka
malam tak lagi bicara, diam beribu bisu
ditikamnya cemas didekapnya jerih erat
tabir gelap menghitam pekat
bermain dusta, nista menjelma kabut
tersesat kian dalam di belantara kepalsuan
mencari cahaya terang jalan pulang, dihantam
tetes hujan dan gigilnya angin musim
pancaroba...
*edited by Grace Gunawan, ("thanks GG...")