ketika kau pergi, angin sepi tanpa kabar terbawa olehmu, semua kekanak-kanakan turut juga cinta yang diam-diam tumbuh dalam hati
ketika kau pergi, kau tinggalkan luka yang dulu tak kumengerti yang entah mengapa begitu membekas manisku, aku sungguh-sungguh kehilanganmu sungguh...
ketika kau pergi, kau genggam didadamu, marahmu yang begitu menyala, tapi tak jua surutkan rasa rasa yang mengintip ragu-ragu antara kau dan aku yang turut berlarian disetiap jejak langkah kecil kita yang bersemi ditengah derai tawamu
ketika kau pergi, kusimpan baik-baik kenangan itu, terbungkus rapi dikotak harapku, yang kian hari kian tergerus waktu
padang, 16 Oktober '07
| |
|